ANALISIS WACANA



UJIAN TENGAH SEMESTER
ANALISIS WACANA
Oleh: Rengki Afria
1.      Jelaskan pemahaman saudara tentang Wacana, Analisis Wacana, Analisis Wacana Kritik dan Diskursus.
a.      Wacana;
Istilah wacana menurut Douglas berasal dari bahasa Sansekerta wac/wak/vak, yang artinya berkata, berucap. Kata tersebut kemudian mengalami perubahan bentuk menjadi wacana.[1]
Dalam lapangan sosiologi, wacana menunjuk pada hubungan antara konteks sosial dari pemakai bahasa. Dalam pengertian linguistik, wacana adalah unit bahasa yang lebih besar dari kalimat.[2]
Wacana berkaitan dengan pemahaman tentang tindakan manusia yang dilakukan dengan bahasa (verbal) dan bukan bahasa (nonverbal). Hal ini menunjukkan, bahwa untuk memahami wacana dengan baik dan tepat, diperlukan bekal pengetahuan kebahasaan, dan bukan kebahasaan (umum).[3]
Kata wacana berasal dari kata vacana ‘bacaan’ dalam bahasa Sansekerta. Kata vacana itu kemudian masuk ke dalam bahasa Jawa Kuna dan bahasa Jawa Baru wacana atau vacana atau’ bicara, kata, ucapan. Kata wacana dalam bahasa baru itu kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi wacana ‘ucapan, percakapan, kuliah’.[4]
Sebagai satuan bahasa yang terlengkap, wacana mempunyai konsep, gagasan, pikiran, atau ide yang dapat dipahami oleh pembaca dan pendengar. Sebagai satuan gramatikal yang tertinggi, wacana dibentuk dari kalimat-kalimat yang memenuhi persyaratan gramatikal dan persyaratan kewacanaan lainnnya. Persyaratan gramatikal dalam wacana ialah adanya wacana harus kohesif dan koherens. Kohesif artinya terdapat keserasian hubungan unsur-unsur dalam wacana. Sedangkan koheren artinya wacana tersebut terpadu sehingga mengandung pengertian yang apik dan benar.
Dengan demikian wacana adalah apapun yang dikatakan oleh manusia baik dalam bentuk lisan ataupun tulisan, kalimat atau paragraf yang mempunyai makna. Wacana itu sendiri diartikan sebagai unit bahasa yang lebih besar dari kalimat. Unit bahasa tersebut bisa dengan beberapa kalimat atau dengan satu kalimat saja karena memaknai sebuah wacana tidak terlepas dari konteks dan faktor-faktor di luar kebahasaan yang mempengaruhi makna.
Contoh; seorang Ibu yang menegur anaknya yang selalu pulang terlambat disore hari;
a)      Aeh nak! Mok ngato manusio, ayaam lah belek ugo ka kandang nyuh![5]
“wahai nak! Jangankan manusia, ayam pun sudah pulang kekandangnya juga”
Konteks: Dituturkan oleh Ibu yang tidak ingin anaknya mengulangi perbuatannya.

Wacana ini dituturkan untuk menesehati anak yang biasa pulang terlambat kerumah dikarenakan banyak bermain diluar, yang mana disini si Ibu mempercontohkan kepada binatang (Ayam). Binatang saja yang tidak mempunyai akal dan fikiran jika sudah gelap/sore pulang kekandangnya, apa lagi manusia yang dianugerahi segalanya oleh tuhan sehingga sang anak bisa berfikir dan tidak akan mengulanginya dikemudian hari.
b.      Analisis Wacana;
Analisis wacana adalah istilah umum yang dipakai dalam banyak disiplin ilmu dengan berbagai pengertian. meskipun ada gradasi yang besar dari berbagai definisi, titik singgungnya adalah analisis wacana berhubungan dengan studi mengenai bahasa atau pemakai bahasa.
Analisis wacana berarti menganalisis unit bahasa yang lebih tinggi dari kalimat--wacana. Unit itu dapat berupa paragaraf, yang terdiri atas beberapa kalimat, atau hanya satu kalimat saja.
Analisis wacana adalah studi tentang struktur pesan dalam suatu komunikasi atau telaah mengenai aneka fungsi (pragmatik) bahasa. Melalui analisis wacana, kita tidak hanya mengetahui isi teks yang terdapat pada suatu wacana, tetapi juga mengetahui pesan yang ingin disampaikan, mengapa harus disampaikan, dan bagaimana pesan-pesan itu tersusun, dan dipahami. Analisis Wacana akan memungkinkan untuk memperlihatkan motivasi yang tersembunyi di belakang sebuah teks atau di belakang pilihan metode penelitian tertentu untuk menafsirkan teks.

c.       Analisis Wacana Kritik
Analisis wacana kritis dalam melihat wacana yaitu pemakaian bahasa dalam tuturan dan tulisan sebagai bentuk dari praktik sosial.
Analisis wacana kritis (AWK) adalah sebuah upaya atau proses (penguraian) untuk memberi penjelasan dari sebuah teks (realitas sosial) yang mau atau sedang dikaji oleh seseorang atau kelompok dominan yang kecenderungannya mempunyai tujuan tertentu untuk memperoleh apa yang diinginkan. Karaktektistik AWK diantaranya adalah Tindakan, Konteks, Historis,Kekuatan, dan Ideologi.
Analisis wacana kritis  (Critical Discourse analysis) menggunakan pendekatan kritis dalam menganalisis bahasa tidak saja dari aspek kebahasaan, tetapi juga menghubungkannya dengan konteks. Konteks yang dimaksud adalah untuk tujuan dan praktik tertentu. Pengertian analisis wacana yang bersifat kritis yaitu suatu pengkajian secara mendalam yang berusaha mengungkap kegiatan, pandangan, dan identitas berdasarkan bahasa yang digunakan dalam wacana tersebut.
Contoh teks;
                                                                                                                        
teks
koteks
                                                                                                                       konteks


                                                                                                                      

TEKS: Jarak antara kamu dan aku adalah Tuhan, Biar do’a yang jadi penyambung kita.
KONTEKS: seorang perempuan yang sedang berdoa memohon kepada tuhannya.
Analisis; Gambar diatas banyak kita temui dalam media-media sosial facebook, BBM, twitter dan lain-lain yang selalu diunggah atau dijadikan DP di BB. menurut pengamatan penulis, kata-kata tersebut bisa menghasilkan makna ganda atau embiguitas, yang mana ada seorang perempuan yang berdoa ingin didekatkan dengan jodohnya, disisi lain juga ada perempuan yang mencintai seorang laki-laki dengan doa menjadi penyampaiannya. Teks ini juga biasa ditemukan pada pemiliknya yang sedang merasakan bahagia atau sedang tidak enak hati kepada pasangannya. Dari kalimat ” Jarak antara kamu dan aku adalah Tuhan” (maksudnya adalah penghalang antara seorang laki-laki dan perempuan adalah tuhan, disini adalah jodoh. Jodoh tersebut tidak satupun manusia yang tahu selain dari tuhan). “Biar do’a yang jadi penyambung kita” (artinya; karena manusia tidak mampu dalam melakukan hal tersebut, hanya melalui do’a yang disampaikan kepada tuhan yang menjadikan perantara kepada pasangannya).
d.      Diskursus
Diskursus itu tidak ada bedanya dengan wacana, bisa dikatakan wacana adalah diskursus begitu pula sebaliknya. Diskursu atau wacana menjadi istilah umum dalam berbagai bidang disiplin ilmu seperti, teori kritis, sosiologi, linguistik, filsafat, psikologi sosial. Namu didalam disiplin ilmu tersebut, tiap-tiap ahli mendefinisikan wacana tersebut dengan sendirinya sehingga membuat diskursus atau wacana menjadi lebih luas lagi.
2.      Apa yang saudara pahami tentang Teks, Pre-Teks, Konteks, Ko-Teks, Interteks? Jelaskan!
a.      Teks;
Menurut pemahaman saya adalah apa-apa yang dibahasakan baik dalam bentuk percakapan ataupun tulisan untuk menyatakan apa saja yang kita pikirkan dengan tujuan menyampaikan ide, pesan atau informasi kepada para pembaca ataupun pendengar. Memang benar bahwasanya teks itu terdiri dari kata-kata dan kalimat, namun didalam teks tersebut mengandung makna-makna yang akan disampaikan melalui berbicara dan tulisan.
Teks adalah semua bentuk bahasa, bukan hanya kata-kata yang tercetak dilembar kertas, tetapi juga semua jenis expresi komunikasi, ucapan, musik, gambar, efek suara, citra dan sebagainya.
b.      Pre-Teks;
Pre-teks adalah suatu teks tanpa sebuah konteks.
c.       Konteks;
Konteks adalah teks yang berkaitan antara teks yang satu dengan sebuah teks yang lain. Koteks merupakan unsur teks yang ada dalam sebuah teks. Wujud koteks bermacam-macam, dapat berupa kalimat, paragraf, dan bahkan wacana. Koteks adalah semua unsur kebahasaan atau linguistik yang berperanan dalam menentukan makna sebuah wacana. Peranan koteks dalan sebuah wacana adalah mendukung atau memperjelas makna. Konteks adalah sesuatu yang menjadi sarana untuk memperjelas suatu maksud.
Kontek merupakan masukan semua situasi dan hal yang berada diluar teks dan mempengaruhi pemakaian bahasa, seperti partisipan dalam bahasa, situasi dimana teks tersebutdiproduksi, fungsi yang dimaksudkan dan sebagainya.
d.      Ko-Teks;
Koteks adalah teks yang bersifat sejajar, koordinatif, dan memiliki hubungan dengan teks lainnya, teks satu memiliki hubungan dengan teks lainnya. Teks lain tersebut bisa berada di depan (mendahului) atau di belakang (mengiringi). Peranan koteks dalan sebuah wacana adalah mendukung atau memperjelas makna. Konteks yang berupa bagian ekspresi yang dapat memperjelas maksud disebut ko-teks (co-text).
e.       Interteks;
Teks-teks yang saling berkaitan dan berhubungan baik secara sinkronis atau diakronis dengan tek-teks yang lain. Interteks adalah wacana yang bergantung kepada wacana yang lain. Wacana-wacana lain turut memainkan peranan penting untuk membantuseseorang memahami dengan mudah. Kefahaman seseorang terhadap sesebuah wacana bergantung kepada pengetahuannya terhadap perkara yang sedang dibaca atau didengarnya itu.

3.      Cari teks sederhana dan analisis dengan menggunakan salah satu pendekatan dari sekian banyak pendekatan dalam analisis wacana?
penulis akan menganalisis teks berdasarkan pendekatan wacana sejarah.
Pendekatan Wacana Sejarah (Discourse Historical Approaches)
Menurut pendekatan kesejarahan, analisis wacana harus memperhatikan konteks kesejarahan. Wacana di sini disebut historis karena menurut Wodak, analisis wacana harus menyertakan konteks sejarah bagaimana wacana tentang suatu kelompok atau komunitas digambarkan.[6]
Dalam paradigma kritis, media dipandang sebagai domain di mana kelompok dominan dapat mengontrol kelompok yang tidak dominan bahkan memarjinalisasi mereka dengan menguasai dan mengontrol media. Karena media dikuasai oleh kelompok yang dominan, realitas yang sebenarnya telah terdistorsi dan palsu.
"Yang berbenah diri yang membantu penegakan hukum, malah dianggap partai yang salah dan jelek, yang korupsi. Selama dua setengah tahun partai kita diserang dan habisi oleh lawan politik dan sejumlah media massa, ada televisi yang sepanjang massa terus menelanjangi partai Demokrat, menjadikan Partai Demokrat menjadi olok-olok, cemoohan dan bulan-bulanan,” kata SBY dalam pembukaan konsolidasi Demokrat di Sentul.[7]
KONTEKS: Dituturkan Oleh Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan konsolidasi Partai Demokrat di Sentul.
Analisis Menurut Penulis; wacana tersebut disampaikan oleh SBY pada saat menyampaikan pidato pembukaan konsolidasi partai Demokrat baru-baru ini. Menurut penulis SBY Mengeluhkan keadaan partainya yang selalu menjadi buah bibir dari kalangan masyarakat yang sisampaikan melalui media.
 Dari wacana “Yang berbenah diri” (maksudnya adalah Kader-kader dari partai Demokrat yang tersandung kasus Korupsi dalam masa pembenahan) “ yang membantu penegakan hukum” (artinya adalah yang membantu para penegak hukum disini bisa dikatakan KPK atau Polisi dan kejaksaan) dalam menyelidiki kasus-kasus korupsi tersebut dengan membeberkan semua pihak yang terlibat antar sesama kader partai.
 Malah dianggap partai yang salah dan jelek, yang korupsi.” (maksudnya ada diantara kader partai yang menganggap bahwa partai yang tidak baik dalam pembinaan dan adanya kesenjangan sosial maka terjadilah korupsi dan menganggap partai menjadi dalih untuk melakukan hal tersebut).
 Selama dua setengah tahun partai kita diserang dan habisi oleh lawan politik dan sejumlah media massa, ada televisi yang sepanjang massa terus menelanjangi partai Demokrat, menjadikan Partai Demokrat menjadi olok-olok, cemoohan dan bulan-bulanan,” (Maksudnya disini ialah sudah lebih dari dua setengah tahun partai demokrat di mamfaatkan keadaan oleh lawan politiknya melalui kader-kader partai yang tersandung kasus korupsi seperti Anggelina Sondakh yang tersandung kasus wisma atlet, Andi Malarangeng dalam kasus hambalang, dan mantan Bendahara umum partai demokrat Nazarudin; yang dipublikasikan besar-besaran dan dipojoki melalui media massa.
Dari kata “media massa” yang disampaikan oleh SBY dapat penulis analisis bahwa kata tersebut mangacu kepada tiga orang pemimpin partai-partai lain yang juga akan maju pada pemilihan presiden april 2014 nanti. diantara mereka adalah Hary Tanoesoedibjo (Dirut RCTI), Surya Paloh (Metro TV) dan Aburizal Bakri (TV One), berdasarkan pantauan penulis ketiga stasiun TV inilah yang selalu menyiarkan secara langsung apabila ada kasus-kasus penangkapan oleh KPK bagi para koruptor dan penyiaran langsung pada sidang TIPIKOR.

BAHAN BACAAN
Mulyana. 2005. Kajian Wacana : Teori, Metode dan Aplikasi Prinsip-Prinsip Analisis Wacana. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Eriyanto, 2001. Analisis Wacana; Pengantar Analisis Teks Media, Yogyakarta: PT. LKIS,
Poerwadarminta, W.J.S. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka.
http://www.portalkbr.com/berita/nasional/2994936_4202.html, di ambil pada hari Rabu tanggal  30 Oktober 2013,  14;23 Wib.




[1] Mulyana. Kajian Wacana : Teori, Metode dan Aplikasi Prinsip-Prinsip Analisis Wacana. (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2005). H. 3
[2]Eriyanto, Analisis Wacana; Pengantar Analisis Teks Media, (Yogyakarta: PT. LKIS, 2001), h. 3
[3] Ibid, h. 1
[4] Poerwadarminta, W.J.S. Kamus Umum Bahasa Indonesia. (Jakarta: PN Balai Pustaka. 1976), h. 1144
[5] Bahasa Kerinci
[6] Eriyanto., Loc, cit. h. 17
[7] http://www.portalkbr.com/berita/nasional/2994936_4202.html, di ambil pada hari Rabu tanggal  30 Oktober 2013,  14;23 Wib.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PSIKOLINGUISTIK   PENGERTIAN Secara etimologis, istilah psikolingustik berasal dari dua kata yaitu, Psikologi dan Linguistik. Kedua kata...